You are here
Home > Gaya Hidup > Kesehatan > 7 Tips Mudah Simpan ASI Agar Tidak Hilang Manfaatnya

7 Tips Mudah Simpan ASI Agar Tidak Hilang Manfaatnya

Setelah rutin konsumsi susu perlancar ASI tentu ini salah satu solusi terbaik untuk para ibu menyusui untuk terus memberikan asupan gizi untuk bayinya. Setelah lancar ASI dan Ibu akan tenang meninggalkan bayi untuk kembali beraktifitas di kantor karena stock ASI akan lebih mudah disediakan. Yap, working mom bukan berarti tidak bisa memberi ASI eksklusif untuk buah hati. Bahkan ada beberapa alasan mengapa working mom wajib beri ASI untuk bayinya. Namun, sudah benar belum dalam menyimpannya? Tentu jawabannya mudah dijawab yah, karena semua ibu yang menyusui pastinya akan menyimpan ASI di lemari pendingin dan menggunakan botol.

Tips Menyimpan ASI

Cukup sampai disitu kah? Tentu belum yah, karena jika salah dalam penempatan ASI tentu ini akan berpengaruh akan gizi dan nutrisi yang terkandung di ASI. Cukup sampai disitu kah? Tentu belum yah, karena jika salah dalam penempatan ASI tentu ini akan berpengaruh akan gizi dan nutrisi yang terkandung di ASI. Lalu bagaimana tips dan cara menyimpan ASI yang benar sehingga tidak mengurangi manfaatnya? Ini ada 7 tips mudah simpan ASI yang bisa dilakukan untuk para ibu yang menyusui namun sibuk

Langkah ke-1, Ibu harus menyiapkan botol untuk menampung ASI. Pastikan botol tersebut harus mudah disterilkan. Biasanya botol yang banyak digunakan bertutup rapat dan terbuat dari gelas atau kaca plus harus tahan panas. Ukuran botol harus disesuaikan dengan kebutuhan bayi, misalnya 125 ml dan ini harus untuk sekali minum saja.

Langkah ke-2, jangan pernah menyimpan ASI di lemari pendingin,  jika ingin diberikan langsung ke bayi minimal 6 jam yah. Jika sudah lebih tersimpan dari 3 atau 4 jam  di luar lemari pendingin khususnya kamar, maka segera buang karena nutrisinya sudah berkurang cukup banyak dan tidak bagus untuk si bayi.

Langkah ke-3, jika berkeinginan untuk menyimpan ASI untuk 1x 24 jam, maka ASI yang sudah ditempatkan pada botol harus segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius. Awas, jangan sampai beku loh yah!

Langkah ke-4, waktu penyimpanan ASI memang tidak ada info bisa bertahan berapa lama namun jika ingin menyimpan untuk waktu 1 minggu atau lebih maka ini juga harus segera didinginkan dalam lemari pendingin untuk waktu 30 menit. Setelah didinginkan, langusung bekukan di suhu 18 derajat celcius atau juga bisa gunakan suhu lebih rendah. Jangan khawatir, ASI perah yang dibekukan ini dapat disimpan masih bisa bertahan untuk 3 – 6 bulan.

Jika lebih dari 6 bulan, resiko kontaminasi  juga akan lebih besar karena ada terjadi penguraian beberapa senyawa lemak pada ASI bahkan ada senyawa yang fungsinya melawan organisme berbahaya dalam tubuh ini hilang.

Langkah ke-5, ketika menyimpan ASI di dalam lemari pendingin pastikan tarulah pada bagian tenaga atau jika disimpan di freezer untuk dibekukan maka letakkan botol yang berisi ASI ini di bagian paling dalam. Sudah jelas, karena akan lebih dingin, namun suhu di lokasi tersebut justru cenderung lebih konstan.

Langkah ke-6, tolong perhatikan yah! Jangan pernah menyimpan ASI di rak-rak yang menempel pada pintu lemari pendingin dikarenakan suhunya di tempat tersebut bisa berubah-ubah. Kondisi ini karena lemari pendingin kan sering dibuka dan ditutup dan ini yang akan membuat suhu akan cepat berubah.

Langkah ke-7, selalu berikan label berisikan tanggal kapan ASI diperah sehingga ini memudahkan ibu bisa tahu berapa lama ASI tersebut tersimpan di dalam lemari pendingin. Eh, jangan juga untuk mengisi penuh setiap botol ASI karena ketika dicairkan isinya cenderung berkurang dan sisa 1/4 saja. Nanti dede bayinya kasian, karena pasti akan kurang :d. Oiya, untuk ASI yang sudah dihangkatkan tidak boleh lagi yah didinginkan bahkan disimpan lagi. Istilahnya 1 botol ASI harus dihabiskan pada saat itu juga.

Itulah 7 tips yang bisa ibu lakukan ketika menyimpan ASI sehingga manfaat dan nutrisinya bisa didapat oleh si dede bayi.

Leave a Reply