You are here
Home > Bisnis > Ekonomi > Hati-Hati Saat Menandatangani Surat Perjanjian Hutang

Hati-Hati Saat Menandatangani Surat Perjanjian Hutang

Saat ini semua urusan yang melibatkan dua pihak atau lebih dan berpotensi merugikan salah satu pihak, membutuhkan surat perjanjian. Misalnya untuk urusan sewa menyewa, pinjam uang, atau berbagai urusan lainnya. Surat ini wajib dibuat untuk melindungi salah satu pihak dari kerugian yang mungkin akan timbul akibat kelalaian atau kecurangan pihak lainnya.

Surat perjanjian hutang merupakan salah satu yang paling sering dibuat dimasyarakat. Tidak hanya berlaku untuk pinjaman pada lembaga berbadan hukum saja, surat perjanjian hutang ini juga harus dibuat ketika berhutang pada lembaga atau individu yang tidak berbadan hukum. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati saat menandatangani surat perjanjian ini, terutama jika Anda berada dipihak debitur dan menjadikan aset Anda sebagai jaminan. Sebab cukup banyak kreditur tidak berbadan hukum yang seringkali melakukan kecurangan pada surat ini demi keuntungan pribadinya.

Tanda Tangan Surat Perjanjian Hutang

Nah, supaya Anda terhindar dari masalah ini sebaiknya perhatikan beberapa poin berikut ini pada surat perjanjian hutang Anda:

  • Bunga

Kemanapun Anda mengajukan pinjaman, pasti akan memiliki bunga. Dalam surat perjanjian ini, Anda harus memperhatikan secara detail mengenai bunga yang dibebankan pada Anda dan juga bagaimanakah perhitungan bunganya. Apakah bunga akan dihitung sesuai jumlah pokok cicilan awal, ataukah mengikuti jumlah pinjaman yang belum terbayarkan. Bagaimana sistem penghitungan bunga ini akan sangat mempengaruhi jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya.

  • Jangka waktu pinjaman

Perhatikan apakah jangka waktu pinjaman sudah sesuai dengan keinginan Anda. Perhatikan juga tanggal jatuh tempo pembayaran, pastikan bahwa Anda sudah memperoleh penghasilan sebelum tanggal jatuh tempo. Misalnya Anda mendapatkan gaji dari kantor setiap tanggal 25, maka buatlah tanggal jatuh tempo pinjaman setelah tanggal tersebut. Hal ini akan membantu Anda mengatur rencana keuangan dengan mendahulukan kewajiban (cicilan hutang) dan barulah pengeluaran lainnya.

  • Denda dan Penalti

Perhatikan denda yang harus Anda tanggung seandainya suatu saat Anda tidak mampu membayar cicilan. Misalnya, jika Anda tidak mampu membayar cicilan 3 bulan berturut-turut maka aset yang Anda jaminkan akan dilelang. Atau Anda dikenai tambahan biaya sebagai denda akibat tidak mampu membayar hingga tanggal jatuh tempo. Apapun itu, pastikan bahwa perjanjian mengenai denda ini tidak akan merugikan Anda maupun kreditur. Selain denda, penalti juga merupakan poin wajib yang harus Anda perhatikan. Penalti ini adalah biaya administrasi yang harus Anda bayarkan jika melunasi hutang sebelum waktunya.

Nah, pastikan membaca dahulu sebelum Anda tangani kontrak perjanjiannya! (Vita)

Leave a Reply