You are here
Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Kesalahan Pemahaman Mengenai Donor Mata

Kesalahan Pemahaman Mengenai Donor Mata

Donor, bukanlah suatu hal yang asing dan mungkin kamu sudah sering melakukannya. Namun, biasanya donor yang dilakukan secara rutin adalah donor darah. Asalkan hasil pemeriksaan kesehatan seseorang dinyatakan sehat maka donor dapat dilakukan. Namun, donor yang kali ini akan dibahas adalah sebuah donor yang tidak akan bisa kamu lakukan secara rutin, yaitu donor mata.

Istilah ini mungkin terdengar sedikit menakutkan, namun memang bagian yang akan didonorkan adalah mata. Itulah sebabnya dinamakan dengan donor mata. Saat ini, ada banyak sekali orang yang mengalami masalah penglihatan dan membutuhkan donor mata. Namun jumlah pendonor di Indonesia masih relatif sedikit.

Donor Mata
Photo : Warta Kesehatan

Penyebab cukup beragam. Ada yang memang merasa takut dan ada juga yang disebabkan penolakan dari anggota keluarga yang ditinggalkan. Alasannya karena anggota keluarga tidak ingin ada bagian tubuh dari keluarganya yang tidak lengkap saat dikuburkan. Namun banyak juga yang menolak karena pemahaman yang salah mengenai donor mata ini, seperti:

  • Donor mata akan mengangkat seluruh mata.

Meskipun namanya adalah donor mata, namun sebenarnya yang hanya akan didonorkan adalah bagian kornea matanya saja. Jadi tidak akan mengangkat seluruh bagian mata hingga membuat bagian mata pendonor menjadi hilang seutuhnya. Kornea sendiri adalah bagian terluar lapisan mata. Bagian ini sangat tipis dan banyak orang yang mengalami kebutaan akibat terdapat masalah pada kornea matanya. Dengan kornea dari pendonor ini, maka orang yang buta tersebut akan dapat melihat kembali.

  • Mengalami masalaah penglihatan.

Banyak yang menganggap bahwa donor mata hanya boleh dilakukan oleh orang yang tidak mengalami masalah penglihatan, seperti mata minus, plus, atau silinder. Padahal, ketiga masalah penglihatan tersebut terdapat pada bagian lensa, bukan kornea. Artinya jika pendonor memiliki masalah penglihatan seperti yang telah disebutkan, pendonor tetap boleh mendonorkan matanya.

  • Dilarang oleh agama.

Bagaimana jika mata yang didonorkan nanti digunakan untuk melihat hal yang negatif? Bukankah itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat? Pemikiran ini seringkali membuat seseorang ragu untuk mendonorkan matanya. Apalagi pendonor tidak bisa menentukan akan didonorkan kemana matanya. Sebenarnya agama manapun sangat menganjurkan penganutnya untuk saling tolong menolong. Mendonorkan mata artinya kita memberikan pertolongan kepada orang lain yang tidak bisa melihat, agar memiliki kesempatan bisa melihat indahnya dunia.

Memang setelah mengetahui kesalahpahaman mengenai donor mata ini, bukan hal yang mudah bagi kita untuk menjadi pendonor mata. Hal tersebut bukanlah masalah karena artikel ini hanya ingin meluruskan pemahaman yang salah selama ini mengenai donor mata. Semoga bermanfaat. (Vita)

Leave a Reply