You are here
Home > Bisnis > Tanoto Foundation Berikan Beasiswa untuk Pengemudi Ojek & Cuci Motor

Tanoto Foundation Berikan Beasiswa untuk Pengemudi Ojek & Cuci Motor

Tekad Deden untuk kuliah sangat besar. Ia rela menjalani pekerjaan apa pun agar punya biaya untuk melanjutkan kuliah. Menjadi pengemudi ojek becak bermotor (bentor) dan mencuci mobil juga dilakoninya.

Itulah sepenggal kisah Deden yang kini kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia lahir dari keluarga biasa dengan tingkat ekonomi pas-pasan. Pendidikan tinggi bagaikan mimpi yang jauh di awang-awang bagi keluarga tersebut. Namun, berkat kegiatan Tanoto Foundation, Deden dapat merealisasikan mimpinya.

Seperti anak lainnya, sejak kecil Deden sangat ingin bisa berkuliah. Apalagi dengan pemicu trauma melihat keadaan kakaknya yang sempat kesulitan usai putus sekolah saat SMA.

Tanoto Foundation Berikan Beasiswa untuk Pengemudi Ojek & Cuci Motor

 “Ayah saya cuma pengendara bentor, ibu saya ibu rumah tangga. Kakak saya putus sekolah saat SMA. Gambaran abang membuat saya trauma. Saya harus bergerak biar enggak seperti abang saya,” kata Deden.

Deden tak hanya bermimpi. Ia rajin mengumpulkan uang sebagai biaya pendidikan. Saat SMP, ia bekerja sebagai pencuci mobil dan motor. Uang yang diperoleh disisihkannya untuk ditabung dan membantu pembiayaan kedua adiknya.

Sisa uang tabungan juga bisa dibelikan motor oleh Deden. Saat SMA, motor itu pula yang dijadikannya sarana menambah penghasilan. Ia mengubahnya menjadi bentor yang dipakai untuk mengojek.

Hebatnya pendidikan Deden tidak terbengkalai. Ia menyabet gelar juara umum pertama di sekolahnya selama dua tahun berturut-turut. Selain itu, Deden pernah menang cerdas cermat di tingkat kabupaten untuk bidang koperasi dan menjuarai olimpiade sains.

 “Enggak capek karena saya pikir ada harapan. Dari situ muncul energi. Kalau capek berarti tidak memiliki motivasi,” tegas alumnus SMAN 1 Kota Pinang ini.

Dari bekerja sebagai ojek bentor, Deden bisa mengumpulkan uang Rp 7 juta. Uang tersebut digunakannya untuk mendaftar kuliah di USU. Deden berhasil lolos seleksi dan diterima belajar di sana.

Di balik kegembiraannya, Deden juga punya beban berat. Ia mesti tinggal di Medan yang berjarak delapan jam dari Kota Pinang. Susahnya ia tidak punya tempat tinggal ataupun kerabat sana. Untuk membayar biaya sewa kost, Denden kesulitan sehingga bertekad tidur di mushola.

Pada tahun 2013 Deden mendapat bantuan beasiswa Tanoto Foundation yang meringankan beban hidupnya sekaligus memungkinkannya lebih berkonsentrasi kuliah.

“Dulu saya merasa punya sedikit waktu untuk belajar, karena harus mencari uang. Namun setelah menerima bantuan dari Tanoto Foundation, saya bisa fokus belajar,” tandas Deden.

Deden merupakan satu dari sekitar 6.700 orang yang memperoleh beasiswa Tanoto Foundation. Ini adalah beasiswa hasil inisiatif Tanoto Foundation yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto.

Sebagai pendiri Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto percaya bahwa pendidikan merupakan cara ampuh untuk memutuskan mata rantai kemiskinan. Oleh karena itu, Sukanto Tanoto berusaha agar semua orang berhasil mendapatkan pendidikan bermutu dengan baik. Selain dengan menggelar program beasiswa, Tanoto Foundation juga sering memberikan berbagai pelatihan dan peningkatan fasilitas pendidikan.

Leave a Reply