You are here
Home > Bisnis > Tepatkah Program Perumahan Murah Pemerintah?

Tepatkah Program Perumahan Murah Pemerintah?

Sudah hal yang biasa jika setiap kebijakan pemerintah menuai pesimisme di beberapa kalangan. Tidak terkecuali program perumahan murah pemerintah. Dari sekian banyak program pemerintah saat ini, program yang satu ini cukup menyita banyak perhatian.

Kenapa?

Karena kebutuhan hunian tidak pernah habis. Dan sayangnya harga untuk satu rumah semakin hari semakin naik. Sementara jika pendapatan tidak sebanding dengan kenaikan harga hunian, sepertinya sulit bagi masyarakat golongan rendah untuk memiliki sebuah hunian. Itulah mengapa muncul program rumah rumah. Ini merupakan program pembelian rumah yang disubsidi oleh pemerintah. Karena ada subsidi, tentu targetnya adalah masyarakat dengan penghasilan rendah.

Perumahan Murah Perumnas

Apakah program ini benar-benar tepat sasaran? Apakah benar yang bisa memperoleh rumah murah dari pemerintah ini adalah masyarakat dengan penghasilan rendah? Jangan-jangan nanti disalahgunakan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut bernada pesimis terhadap program perumahan subsidi pemerintah ini. Namun, pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah terjawab dengan satu jawaban.

Setiap orang yang ingin memiliki rumah murah subsidi dari pemerintah ini harus memiliki NPWP. Itu artinya, pemerintah sudah tahu tentang kondisi ekonomi calon pembeli. Karena semua data sudah terekam di sana.

Lebih dari itu, ada proses screening yang cukup ketat. Sebelum akhirnya pihak pemerintah memberikan rumah murah, orang yang akan membeli rumah tersebut akan diwawancarai. Selain itu, pihak pemerintah juga akan melakukan survey. Untuk itu, proses sebelum akhirnya pembelian disetujui memakan waktu beberapa hari, sekitar 4 hingga 7 hari.

Asas kehati-hatian inilah yang dilakukan untuk memastikan program perumahan murah dari pemerintah ini tepat sasaran. Karena pada dasarnya program ini muncul untuk menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu.

Masih pesimis dengan keberhasilan program ini? Tentu saja masih ada orang yang pesimis. Program rumah murah ini disebut juga dengan program sejuta rumah murah. Sekilas memang tidak mungkin. Bagaimana bisa pemerintah menyediakan sejuta rumah untuk orang yang kurang mampu.

Namun, jika melihat lebih jeli lagi terhadap skema program ini, maka jelas keberhasilan program ini sangat mungkin terjadi. Walaupun dikatakan rumah murah, tetap saja ada kewajiban yang harus dilakukan oleh pembeli atau pemilik rumah, seperti membayar uang muka sebesar 1%, bunga hanya 5%, angsuran mulai Rp 500.000 per bulan, serta masa pembayaran kredit lama hingga 20 tahun. Itu artinya ada perputaran keuangan yang didapatkan oleh pemerintah sehingga program perumahan murah ini bisa benar-benar berhasil.

Leave a Reply