You are here
Home > Gaya Hidup > Pendidikan > Hadist dan Penjelasan Al-Quran Tentang Kiamat Kubra

Hadist dan Penjelasan Al-Quran Tentang Kiamat Kubra

Kiamat kubra adalah berakhirnya seluruh kehidupan yang berada di bumi dan langit, yaitu meliputi segala ciptaan Allah SWT seperti manusia, alam dan hewan. Kiamat kubra dapat diartikan sebagai kiamat besar dan atau sering disebut dengan hari akhir. Islam mengajarkan kita dalam rukun iman yang kelima, yakni percaya terhadap datangnya hari akhir. Hal tersebut, jelas kalau sebagai umat umat Islam kita harus percaya dan yakin akan kebenaran mengenai hari kiamat. Sebagaimana dijelaskan dalam Al_Qur’an Surat Al-Hajj ayat 7 di bawah ini, yang artinya adalah :

“Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya :; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang ada di dalam kubur.”(QS Al-Hajj:7).

Al Quran Surat, Al-Hajj Ayat 7 Tentang Hari Kiamat
Gambar: IDN Times

Tentang Hari Kiamat

Kiamat adalah hari dimana tidak akan ada lagi kehidupan di dunia. Kiamat akan terjadi secara tiba-tiba dan cepat bagaikan sekejap mata, serta mematikan siapa saja. Sebaigaimana hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Al-Riqab yang menyatakan mengenai kejadian di hari kiamat sebagai berikut :

“Sungguh, kiamat itu benar – benar akan terjadi, sampai – sampai dua orang laki-laki yang sedang menggelar pakainannya, tak sempat berjual-beli dan mengakhiri jual-belinya. Sungguh, Kiamat itu benar benar akan terjadi sampai – sampai seorang laki laki ynag memerah susu ontanya, tidak sempat meminum susu perahannya. Sungguh Kiamat itu benar – benar akan terjadi, sampai – sampai orang yang sedang memperbaiki kolamnya, tidak sempat memberikan air kolam itu kepada hewan peliharaannya.  Sungguh Kiamat itu benar – benar akan terjadi, sampai – sampai orang yang sedang mengangkat makanannya ke mulut, tidak sempat menikmati makananya.”

Ilustrasi Kiamat Kubra
Ilustrasi kehancuran dunia saat Kiamat Kubra

Tanda-Tanda Terjadinya Kiamat Kubra

Tanda – tanda kiamat kubra akan dimulai dengan ditiupkannya sangkakala oleh Malaikat Israfil. Kemudian seluruh makhluk di bumi dan langit akan mati. Kejadian tersebut juga diiringi dengan hancurnya seluruh alam semesta. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 68, yang artinya :

“ Dan sangkakala pu  ditiup, maka matilah semua (mkahluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian di tiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah).”(QS Az-Zumar :68).

Pada hari akhir kelak, manusia akan diumpamakan seperti laron yang berterbangan. Selain itu, gunung –gunung berhamburan seperti bulu. Allah SWT menjelaskan mengenai gambaran keadaaan manusia dan alam semesta ketika terjadinya hari kiamat di dalam Surat Al – Qariah Ayat 1-11, yang artinya adalah sebagai berikut : 

“ Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itiu manusia seperti laron yang berterbangan, dan gunung – gunung seperti bulu yang dihambur – hamburkan. Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itiu? (yaitu) api yang sangat panas.” (QS Al –Qariah:1-11).

Kepastian mengenai datangnya hari kiamat tidak diketahui secara pasti. Namun, Rasulullah SAW mengatakan mengenai tanda – tanda semakin dekatnya hari kiamat dalam sebuah hadist yang termuat dalam Kitab Al-Jami’us Shahih sebagai berikut :

“Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan kiamat.’Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat 10 tanda –tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dabbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya’Juj dan Ma’Juj, tiga gerhana ; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di Jazirah Arab dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.”

Leave a Reply