You are here
Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Perbedaan Sindrom Munchausen, Hipokondria, dan Malingering

Perbedaan Sindrom Munchausen, Hipokondria, dan Malingering

Pernahkah Anda dengan sengaja memanfaatkan Allianz Klaim untuk berobat ke dokter padahal sebenarnya Anda tidak membutuhkannya? Mungkin, banyak dari Anda yang akan bertanya, “untuk apa?”. Sebab, meskipun sudah memiliki polis asuransi kesehatan dan membayar premi setiap bulannya sekalipun, sakit bukanlah hal yang diharapkan untuk terjadi.

Sindrom Muchausen 2Akan tetapi, hal yang berbeda justru terjadi pada peemilik ketiga masalah kesehatan di atas. Yap, bagi pemilik sindrom munchausen dan malingering, kondisi sakit adalah hal yang justru menguntungkan bagi mereka. Sementara untuk hipokondria, meskipun sedikit berbeda, tetapi mereka mungkin akan sering memanfaatkan klaim asuransinya.

Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas mengenai perbedaan ketiga kondisi di atas:

  • Sindrom Munchausen

Seseorang dengan sindrom ini akan sering berpura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian dari orang di sekitarnya. Mereka tidak takut ketika diminta untuk berobat ke dokter untuk memeriksakan diri saat mengeluhkan gejala sakit. Bahkan, mereka akan melakukannya dengan senang hati dan juga tetap melakukan serangkaian tes kesehatan yang diperlukan. Hal yang mengerikan dari penderita sindrom ini yaitu, mereka bisa memanipulasi hasil tes kesehatannya untuk membuat penyakitnya terasa meyakinkan. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus ekstrem yang pernah dilakukan oleh penderita sindrom munchausen di berbagai negara.

  • Malingering

Malingering adalah sebuah istilah untuk orang yang berpura-pura sakit demi mendapatkan keuntungan pribadi. Keuntungan yang dimaksud tidak terbatas hanya pada perhatian dari orang sekitar seperti yang diinginkan pemilik sindrom munchausen. Biasanya, penderita malingering melakukan hal tersebut untuk keuntungan yang lebih besar, misalnya pencairan dana asuransi, kabur dari tanggung jawab hukum, menghindari tugas khusus, dan sebagainya. Perbedaan lainnya yaitu, malingering bukan termasuk gangguan kejiwaan seperti sindrom munchausen dan hipokondria karena dilakukan secara sadar dan sengaja.

  • Hipokondria

Hipokondria atau Hipokondriasis adalah kondisi dimana seseorang merasa bahwa dirinya menderita suatu penyakit parah dari gejala yang dirasakan. Padahal sebenarnya penyakit atau gejala yang dialami adalah hal yang umum. Kondisi ini membuat penderitanya merasakan ketakutan yang berlebihan. Perbedaan penderita hipokondria dengan kedua kondisi sebelumnya yaitu, penderita hipokondria tidak dengan sengaja memalsukan penyakitnya. Sebab, mereka benar-benar merasa yakin bahwa mereka memang sedang sakit parah.

Ketiga kondisi di atas sama-sama terkait dengan penyakit yang tidak benar-benar terjadi. Meskipun begitu, Anda tidak boleh langsung menghakimi seseorang yang mengalaminya, karena mungkin saja ada suatu alasan tertentu hingga mereka melakukan pemalsuan penyakit pada sindrom munchausen dan malingering. (Vita)

One thought on “Perbedaan Sindrom Munchausen, Hipokondria, dan Malingering

Leave a Reply